News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penyidik KPK Diteror

Polisi Bantah Laporan Aris Budiman Pengalihan Isu

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penyidik KPK, Novel Baswedan (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa oleh tim penyidik dari Polda Metro Jaya, di KBRI Singapura, Senin (14/8/2017). Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Pol Aris Budiman (kanan) memberikan keterangan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pansus Hak Angket KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2017) malam.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi membantah kasus dengan pelapor Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman merupakan pengalihan isu dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membantah proses penyelidikan terhadap kasus pencemaran nama baik atas laporan Aris, bukan lah pengalihan isu, seperti diutarakan pengacara Novel.

"Kita harus melihat dan memilah. Kita tak bisa men-justice (mengadili) atau berprasangka. Ini kan' antara perorangan yang ada di antara satu institusi. Kalau polisi ada laporan ya kita tangani," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).

Argo menyebutkan, penyidik masih mengusut dua kasus tersebut. Untuk kasus penyiraman air keras terhadap Novel, lima bulan lalu, masih mencari pelakunya.

"Masih kami cari pelakunya," ujar Argo.

Baca: Dirjen Bea Cukai: Penyelundupan Narkoba Lewat Perbatasan Meningkat

‎Kuasa Hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa menganggap laporan yang dibuat Aris terhadap kliennya merupakan pengalihan isu dan upaya untuk melemahkan KPK. Terutama untuk menyingkirkan Novel dari KPK.

"Tindakan pelaporan adalah upaya pengalihan isu dari kekerasan terhadap Novel dan terlibatnya jenderal di tubuh kepolisian dalam kekerasan tersebut," ujar Alghiffari saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (6/9/2017), lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini