News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rumah Sakit yang Didanai Indonesia di Rakhine State Mulai Dibangun Bulan Depan

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Massa melakuka aksi unjuk rasa di depan Dubes Myanmar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2017). Mereka menuntut sikap pemerintah Myamnar atas nasib etnis Rohingya dan mengecam kejhatan manusia yang dilakukan militer Myanmar. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Rumah Sakit yang dibangun atas bantuan dari Indonesia, akan segera dibangun di Rakhine State, Myanmar.

Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Salman Al Farisi, mengatakan bulan depan pembangunan bangunan utama rumah sakit akan dimulai.

"Awal bulan depan akan dibangun konstruksi rumah sakit, selesai (pembangunan) sekitar satu tahun, langsung operasi," ujarnya kepada wartawan di Lanud Halimperdanakusuma, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Saat ini menurutnya yang sudah dilakukan adalah pembangunan gedung yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai asrama perawat.

Saat ini hingga pembangunan gedung utama rumah sakit selesai, bangunan tersebut difungsikan sebagai kantor proyek pembangunan.

"Komplek rumah sakit itu dibangun di atas tanah seluas tujuh ribu meter persegi, pemberian pemerintah Myanmar. Itu bukti pemerintah Myanmar masih memberikan kita akses," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP. Marsudi pada akhir Agustus lalu, mengumumkan bahwa Indonesia akan membangun rumah sakit di Rakhine State, Myanmar.

Program tersebut merupakan respon Indonesia dari konflik yang melanda wilayah tersebut, yang banyak memakan korban dari etnis Rohingya.

Biaya untuk membangun rumah sakit dikumpulkan dari pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Selain uang, Indonesia juga menyumbang design rumah sakit tersebut. Rencanannya setelah selesai dibangun, fasilitas kesehatan itu akan diserahkan ke pihak Myanmar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini