News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polemik Panglima TNI

Moeldoko Imbau Impor Senjata Polri Jangan Lagi Diributkan

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko memberikan kuliah umum pada acara Syndicate Lecture - Seri 72 Tahun TNI Para Syndicate di Jakarta, Rabu (4/10/2017). Kuliah umum Jendral (Purn) Moeldoko dengan tema 'membaca Indonesia: TNI dan Politik Negara' untuk memperingati HUT ke-72 TNI. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengimpor senjata bukanlah perkara mudah menurut mantan Panglima TNI. Jendral TNI (purn). Moeldoko.

Ia menyebut ada banyak prosedur yang harus dilalui, dan proses itu memungkinkan terjadinya permasalahan administrasi.

Permasalahan serupa juga berpotensi dihadapi Polri, yang saat ini tengah bermasalah dengan impor senjata.

"(impor) senjata itu tidak mudah, ada mekanismenya, ada aturan-aturan dan ketentuan-ketentuannya, sangat ketat," ujar Moeldoko kepada wartawan di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017).

Impor senjata untuk kepentingan Polri yang saat ini tengah bermasalah, adalah impor 280 pucuk Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter, bersama dengan 5.932 butir peluru.

Saat ini senjata-senjata itu, masih tertahan di gudang Bandara Seokarno - Hatta.

Baca: Bisulan, Mendagri Tak Ikut Rapat Komisi II Bahas Perppu Ormas

Sebelumnya informasi soal senjata itu, sudah beredar di masyarakat, melalui pesan aplikasi WhatsApp, yang sumbernya tidak jelas.

Sebelumnya lagi, Panglima TNI. Jendral TNI. Gatot Nurmantyo, menyebut ada kelompok non-militer yang hendak mengimpor senjata secara tidak patut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo sudah mengklarifikasi, bahwa senjata yang saat ini masih berada di gudang Bandara Soekarno-Hatta, adalah senjata yang dipesan oleh Polri.

Ia membantah jika senjata-senjata tersebut ditahan, dan menurutnya pembelian senjata itu sudah sesuai aturan yang ada.

Daripada meributkan pembelian senjata tersebut, yang justru akan menimbulkan kegaduhan, Moeldoko, yang saat ini aktif di Partai Hanura itu, mengimbau semua pihak untuk tetap tenang, dan memberikan kesempatan bagi pihak berwenang untuk melakukan klarifikasi.

"Jadi tidak perlu buru-buru ribut dulu, perlu ditanyakan dulu ke Brimob," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini