News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mendagri: Pengambil Kebijakan Harus Ingat Daerah Rawan Korupsi

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan pandangan ketika menjadi pembicara pada diskusi publik di Jakarta, Sabtu (12/8/2017). Diskusi yang diprakarsai oleh Galang Kemajuan Center tersebut mengangkat tema Dinamika Politik dan Undang-Undang Pemilu. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ Banyaknya pejabat daerah yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjadi perhatian para kepala daerah.

Hal itu dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo saat menyampaikan pemaparan dalam Pemantapan Program Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional Bagi Aparat Pemerintah dan Aparat Teritorial di Daerah‎.

"Pengambil kebijakan harus ingat area rawan korupsi, harus dipahami dengan detail," kata Tjahjo di kawasan Kalibata, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Baca: Lulung Sebut Ketua DPRD DKI Belum Move On dari Kekalahan Ahok

‎Tjahjo menuturkan, area rawan korupsi bagi kepala daerah adalah mulai dari perencanaan anggaran, dana hibah, bantuan sosial, retribusi dan pajak daerah. Selain itu, pengadaan barang dan jasa dan promosi jabatan juga rawan terhadap korupsi.

"KPK, BPKP sudah susun rencana pencegahan dalam kurangi masallah korupsi," tuturnya.

Baca: Ditanya Soal Istilah Pribumi, Ini Jawaban Jokowi

Menurut Tjahjo, KPK juga sudah menyiapkan pendataan di 20 provinsi dan lebih di 350 Kabupaten/Kota untuk area rawan korupsi tersebut. Dikatakannya,‎ Kemendagri bersama KPK serta BPKP terjun langsung ke daerah ‎beri penjelasan untuk pencegahan agar tidak terjadi korupsi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini