News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polemik Panglima TNI

Data Intelijen Amerika Salah, Dubes Amerika Harus Minta Maaf Terbuka

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Peneliti terorisme dan intelijen dari Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib, menjadi pembicara pada diskusi terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), di kantor redaksi Tribun, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015). TRIBUNNEWS/HERUDIN

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi masih menunggu Pemerintah Amerika Serikat untuk memberikan penjelasan terkait pelarangan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpergian ke Amerika Serikat.

Saat menemui Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Elizabeth Mckee, di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia, Pejambon, Jakarta Pusat, Retno menyampaikan agar Pemerintah Amerika Serikat segera memberikan klarifikasi.

"Saya sampaikan ini urgensi indonesia membutuhkan klarifikasi," ujar Retno, Senin (23/10/2017).

Ia mengatakan, Indonesia perlu mengetahui detail penjelasan merujuk pada kemitraan antar dua negara yang telah terjalin baik.

"Sebab indonesia adalah mitra baik Amerika Serikat. Kita memiliki strategic partnership. Indonesi dinilai sebagai negara yang penting, tapi ada kejadian seperti ini memang memerlukan klarifikasi," ujar Retno.

Lanjutnya, pihak Amerika saat ini telah berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang di Amerika Serikat.

"Mereka menyampaikan bahwa saat ini mereka sedang berkoordinasi dengan otoritas-otoritas terkait di Amerika Serikat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di Washington DC masih Minggu malam," ujar Retno.

"Jadi masih kita menunggu," ujar Retno.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini