Tetapi harus diperhatikan keberpihakannya terhadap kepentingan masyarakat.
"Ada hal-hal yang harus dipegang teguh calon pemimpin yaitu meneladai sifat Nabi Muhammad seperti Sidiq (benar), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fatonah (cerdas). Saya mengingatkan bahwa pemimpin bukan penguasa, kalau itu terjadi maka akan melahirkan dinasti politik," ujarnya.
Taufik mengatakan pemuda memainkan peran sentral dalam setiap perjalanan sejarah bangsa Indonesia misalnya Sumpah Pemuda di tahun 1928, berawal dari daya kritis terhadap kondisi penjajahan ketika itu.
Karena itu dia menilai pemuda khususnya mahasiswa jangan sampai kehilangan daya kritisnya karena pada hakikatnya masa depan bangsa Indonesia ada di tangan pemuda.
"Prinsip demokrasi adalah satu orang, satu suara, satu nilai sehingga tidak ada perbedaan kelas. Karena itu hati-hati gunakan hak pilih karena kita bukan mencari calon penguasa yang hanya memakmurkan kepentingan kelompoknya saja tanpa melihat kepentingan masyarakat," katanya.
Taufik juga mengingatkan agar mahasiswa berhati-hati karena ada pihak-pihak ingin mencuri kesempatan dalam proses demokrasi yang punya ambisi menjadi penguasa dengan cara menipu masyarakat serta mengatrol tingkat elektabilitas dengan cara tidak benar
Baca tanpa iklan