Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Kecil kemungkinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Demokrat, akan mengusung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang sama pada pemilihan Presiden RI 2019 mendatang.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Majelis Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW).
Baca: Hidayat Nur Wahid dan Demiz Sahut-sahutan di Twitter Tentang Dukungan PKS
"Itu kemungkinannya akan angat kecil, dan kami juga membaca gelagat politik yang berkembang, dan Jawa Barat adalah satu provinsi yang sangat besar, dan potensial memenangkan calon presiden," ujar HNW saat dihubungi.
Perkara sikap PKS dan Partai Demokrat dalam Pilpres 2019, disinggung dalam 'sahut-sahutan' antara HNW dengan Deddy Mizwar atau Demiz, melalui akun twitter mereka masing-masing.
Hal tersebut berawal saat Demiz memberikan tanggapannya, terkait pernyataan HNW yang menyinggung pakta integritas antara dirinya dengan Partai Demokrat.
Melalui akun @Deddy_Mizwar_ ia menuliskan "Mungkin sedang menccari pembenaran krn rasa bersalahnya..doakan saja agar diampuni Allah swt." setelahnya ia kembali menuliskan "Ust HNW org yg baik..utk mengakhiri ini silahkan beliau menunjukan kontrak politik yg dimaksud via sosmed atau sambil ngopi he he."
Tak lama kemudian HNW membalas dengan menulis "Waalaikumussalam. Trims Bang Demiz, orang baik yg dulupun saya jadi timses, saat Beliau dimajukn bersama kang Aher dlm pilgub Jabar 2012. Tentunya Bang Demiz masih ingat WA yg saya kirim Sabtu lalu, diantara nya ttg publikasi komitmen/kontrak politik tsb. Saya ikuti usul antum"
Setelahnya HNW mengunggah dokumen yang bertuliskan pakta integritas. Dalam dokumen yang ditandatangai pada 2 Oktober 2017, antara lain berisi komitmen Demiz untuk mendukung Presiden yang diusung Partai Demokrat.
Ia juga menuliskan "Bang @Deddy_Mizwar_ berikut Pakta Integritas, ya Abang tandatangani, yg pd point 3 jelas menyebutkan ttg komitmen Demiz unt gerakan mesin Partai unt memenangkan Presiden/Wakil Peesiden yg diusung olh Partai demokrat. dokumen ini kami dapat dari 2 sumber yg sangat dekat dg Antum"
Sebelumnya Demiz sempat digadang-gadang akan didampingi kader PKS, Ahmad Syaikhu.
Namun belakangan Demiz memilih untuk merapat ke Partai Demokrat, dan setelahnya PKS mengumumkan dukungannya untuk Calon Gubernur dari Partai Gerindra, Mayjend TNI (purn) Sudrajat.
HNW menganggap dokumen berjudul Pakta Integritas itu adalah kontrak politik.
Saat masih digadang-gadang untuk diusung oleh PKS, hal-hal yang tertuang dalam pakta integritas itu sama sekali tidak pernah dibahas. Saat dokumen tersebut ditandatangani, Demiz masih diwacanakan untuk diusung oleh PKS.
Baca tanpa iklan