News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesan Jokowi Untuk Perguruan Tinggi di Indonesia Agar Jaga Mutu

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan di depan segenap civitas akademika pada Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia di Balairung Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat, Jum'at (2/2/2018). (Presidential Palace/AGUS SUPARTO)

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pesan agar seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia tetap menjaga mutu bahkan meningkatkan mutu penyelenggaraan komponen pendidikan.

Hal tersebut disampaikan, Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat membuka Rapat Kerja Daerah Kopertis Wilayah VIII di Bali (2/2/2018).

Nasir menyatakan, kini Indonesia bahkan dunia sedang menghadapai Revolusi Industri (RI) 4.0 dan ekonomi digital dan Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus mampu adaptif terhadap setiap perubahan secara cepat dan tepat.

"Agar mampu bersaing dalam era RI 4.0, perguruan tinggi negeri dan swasta harus membangun budaya mutu agar memiliki daya saing di tingkat global. Mulai dari pengelolaan kelembagaan, riset, kualitas sumber daya dosen, kurikulum maupun mahasiswa," kata Nasir.

Nasir pula mengatakan bahwa saat ini perguruan tinggi baik negeri maupun swasta memiliki nilai yang sama, yang membedakan hanyalah sumber dana pengelolaan.

"Artinya PTS dengan akreditasi A sama nilainya dengan PTN dengan akreditasi A. Kita harus merubah paradigma perguruan tinggi ke depan, dikotomi perguruan tinggi swasta dan negeri harus dihilangkan. Mutu jadi tujuan utama sebuah perguruan tinggi dan akreditasi menjadi ukurannya,”ujar Menristekdikti.

Terkait Perguruan Tinggi Asing (PTA), Undang Undang No. 12 tahun 2012 jelas mengatur syarat-syarat ketat yang harus PTA penuhi jika ingin beroperasi di Indonesia.

“Hanya perguruan tinggi asing dengan kualitas baiklah yang dapat masuk Indonesia. Harapan saya minimal perguruan tinggi dengan peringkat 200 besar dunia yang masuk Indonesia,” ujar Menteri Nasir.

Koordinator Kopertis VIII, I Nengah Dasi Astawa dalam kesempatan yang sama mengajak perguruan tinggi swasta di wilayah Kopertis VIII untuk memiliki komitmen bersama untuk menghasilkan perguruan tinggi yang sehat dan unggul.

"Di wilayah Kopertis VIII dapat menghasilkan alumni bersaing tidak hanya di tingkat lokal namun juga di level nasional bahkan global," ujar I Nengah.

Rakerda Kopertis VIII dihadiri Ketua Badan Penyelenggara PTS dan Pimpinan PTS wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti, Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi dan tamu undangan lainnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini