TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Saat membuka Rakernas III PDIP, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri hadir beserta putra putrinya yaitu Prananda Prabowo dan Puan Maharani, di Grand Inna Beach, Sanur, Bali, Jumat (23/2) kemarin.
Ketiganya tampak kompak mengenakan pakaian berwarna serba hitam.
Namun, kader lainnya tampak mengenakan pakaian dengan warna merah.
Jokowi pun terpantau Tribunnews.com mengenakan kemeja merah.
Lalu mengapa trah Soekarno mengenakan pakaian dengan warna berbeda dengan warna merah yang identik dengan partai berlambang banteng moncong putih ini?
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto tidak menyebut ada alasan khusus mengapa trah Soekarno mengenakan warna hitam.
Ia justru mengungkap bahwa PDIP memiliki dua dresscode.
"Yang pertama merah-hitam, yang kedua hitam-hitam. Ini adalah dresscode dari PDIP," ujar Hasto, ditemui di Prime Plaza Hotel, Sanur, Bali, Sabtu (24/2/2018) siang.
Dengan tersenyum, Hasto mencoba menjelaskan makna dari warna dresscode partainya.
Warna hitam, katanya, menunjukkan semangat bekerja keras. Juga menunjukkan pantang menyerah.
Merah, di sisi lain, dilihat sebagai bagaimana partai PDIP punya semangat keberanian.
"Bagaimana partai itu juga menerobos berbagai ketidakmapanan untuk kepentingan rakyat, bagaimana partai juga bersifat progresif. Itu makna warna baju resmi kami," tutur Hasto.
"Saya pakai hitam-hitam. Seringkali menunjukkan semangat kerja, pantang menyerah, mengorganisir rakyat," sambung Hasto, seraya menunjukkan kemeja yang ia gunakan.
Lebih lanjut, apa makna dari Megawati beserta putra putrinya mengenakan warna hitam?
Hasto menyebut itu adalah pertanda PDIP kokoh mengawal 4 pilar berbangsa dan bernegara.
Baca tanpa iklan