Dia menambahkan, tidak adanya jaminan keistimewaan secara konstitusi, mala konsekuensinya, umat Islam wajib mampu untuk berkompetisi dan bersikap pro aktif di politik. Jika umat Islam lengah, kekuasaan politik akan direbut oleh kekuatan-kekuatan politik yang belum tentu bersikap empati kepada Islam dan umatnya.
"Bisa saja kekuasaan politik yang menentukan perjalanan bangsa dan negara adalah kekuatan sekular anti Islam yang didukung oleh kekuatan-kekuatan politik dan pemilik modal yang berada di luar negeri," tambahnya.
Baca tanpa iklan