News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PSI Susun Kabinet Jilid II, Ace Hasan: Itu Hak PSI

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali disorot, lantaran berani menyusun kabinet pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jilid II. Hal tersebut pun menuai kritikan, tidak hanya dari netizen namun juga para tokoh politik.

Kendati demikian, tanggapan berbeda disampaikan oleh politisi Golkar Ace Hasan Syadzily yang menilai sah-sah saja jika PSI melakukan hal tersebut.

Menurutnya, itu adalah bentuk dari sosialisasi ala PSI sebagai partai politik (parpol) baru. "Itulah cara PSI melakukan sosialisasi sebagai partai politik baru," ujar Ace, dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews, Selasa (27/3/2018).

Baca: Terekam CCTV Aksi Perampokan Minimarket Circle K di Jogja

Ace tidak menganggap ada yang aneh dari manuver yang dilakukan PSI. Partai tersebut memilih cara 'menyusun daftar kabinet', agar bisa melakukan gebrakan yang berbeda dan tentunya akan diperbincangkan.

"Dengan menawarkan daftar kabinet, tentu PSI akan diperbincangkan publik," tegas Ace.

Anggota DPR RI tersebut menekankan bahwa setiap partai memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan eksistensi.

Termasuk PSI, partai baru yang kini sudah mulai ramai diperbincangkan parpol lain dan tentunya publik.

Lebih lanjut Ace memaklumi apa yang dilakukan partai yang dipimpin oleh Grace Natalie itu.

"Itu haknya PSI untuk menawarkan daftar kabinet, PSI sebagai partai politik baru, ingin juga menunjukkan ke masyarakat bahwa mereka sudah siap dengan konsep kabinetnya," kata Ace.

Sebelumnya, pernyataan terkait susunan kabinet ala PSI itu diungkapkan oleh Sekjen PSI Raja Juli Antoni dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta.

Ia mengatakan bahwa struktur kabinet yang paling ideal untuk Indonesia adalah multipartai.

"Jadi yang pertama, kami sebenarnya ingin menghilangkan dikotomi antara profesional dan partai," kata Raja Juli.

Ia pun menambahkan, sudah ada pembahasan nama kandidat menteri di internal partai, nantinya nama-nama itu akan disampaikan ke partai koalisi dan tentunya Presiden Jokowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini