News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

1.154 WNI Jadi Korban Perdagangan Orang ke Timur Tengah

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 1.154 warga negara Indonesia menjadi korban tindak pidana perdagangan orang ke Timur Tengah.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak mengatakan, pihaknya telah meringkus sindikat perdagangan orang jaringan Arab Saudi dan jaringan Suriah.

Herry mengatakan, pekerja migran Indonesia jaringan Arab Saudi diduga dilakukan oleh PT Kensur Hutama.

Baca: Bantah Lamban, Bareskrim Akan Periksa Sukmawati Setelah Ambil Keterangan Ahli

Tiga tersangka sindikat perdagangan orang ke Arab Saudi, yakni Sahman seabagai sponsor penyalur daerah Nusa Tenggara Barat.

Muhammad Reza sebagai sponsor dan penghubung Sahman dengan PT KH, dan Ali Idrus yang merupakan Komisaris sekaligus pemilik PT KH.

Mereka telah beroperasi sejak 2015.

Baca: Tawa Sejumlah Korban Dengar Cerita Bos First Travel Tidak Tamat Kuliah

"Para tersangka sudah beroperasi sejak Maret 2015 dengan total korban dari jaringan Arab Saudi berjumlah 910 orang," ujar Herry di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018).

Modus para tersangka, ucap Herry, dengan menjanjikan para korban sebai petugas cleaning service.

Namun, sesampainya di negara tujuan, mereka dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga.

"Para korban tidak dipekerjakan sebagaimana yang dijanjikan oleh PT KH dan bahkan tidak digaji, serta mendapatkan pelecehan seksual oleh majikannya," ujar Herry.

Baca: KPU Bantah Kampanye #2019GantiPresiden

Selain itu, ucap Herry, mereka juga menangkap pelaku tindak pidana perdagangan orang jaringan Suriah.

Para korban diberangkatkan dengan calling visa anggota Palang Merah Indonesia.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini