News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jokowi Sebut Racun Kalajengking, Menteri Pertanian Jelaskan Ini

Penulis: Brian Priambudi
Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukan berkas izin ekspor jagung ke Philipina dalam pelepasan ekspor di PT Gorontalo Pangan Lestari

Laporan Wartawan Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa waktu lalu Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan tips untuk cepat kaya yaitu dengan menjual racun kalajengking.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menanggapi hal tersebut dengan menggaris bawahi kesimpulan dari tips tersebut dengan kalimat Presiden yang menyatakan "hal yang paling mahal di dunia ini adalah waktu, oleh sebab itu seluruh birokrasi yang memakan banyak waktu segera dihilangkan".

"Kesimpulan Bapak Presiden yang tertinggi bukan kalajengking, bukan emas, tapi waktu, jangan sia-siakan waktu sama halnya di pertanian," ujar Andi saat diwawancarai awak media di lokasi pabrik PT Gorontalo Pangan Lestari, Kamis (3/5/2018).

Ia mengatakan hal tersebut apabila di sektor pertanian terbukti dengan berubahnya sistem tender untuk pengadaan barang di bidang pertanian.

Baca: Menambah Kemudahan, BAZNAS Buka Layanan Donasi Via Shopee

"Contohnya dulu semua tender pengadaan barang itu butuh waktu empat bulan, sekarang ini pagi minta benih sorenya sudah bisa dikirim," ujarnya.

Ia mengatakan perubahan itu dapat berubah dengan menggunakan pengembangan menggunakan e-katalog.

Ia juga mengatakan sekarang perizinan berkas untuk kegiatan ekspor, tidak harus menunggu hingga berbulan-bulan.

"Kami minta pada seluruh Kementrian Pertanian dan Staff yang ada di seluruh Indonesia, kalau ada yang mau ekspor antarkan saja suratnya, cukup sms lalu antarkan. Itu perintah saya dan Bapak Presiden dan itu gratis," tutupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini