News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jokowi Dua Kali Telepon Ridwan Kamil, Apa yang Dibicarakan?

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Cak Imin dan Ridwan Kamil saat bertemu di Kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2018) siang.

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat yang terpilih berdasarkan hasil hitung cepat, Ridwan Kamil mengakui telah dihubungi presiden Joko Widodo usai pemungutan suara Pilkada beberapa hari lalu. Sudah dua kali Presiden menghubungi pria yang karib disapa Emil tersebut untuk memberikan ucapan selamat.

"Sudah dua kali ditelepon mengucapkan selamat. telepon yang sifatnya mengucapkan selamat," ujar Emil di Kediaman Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), di Kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu, (4/7/2018)

Emil mengaku cukup senang diberi ucapan oleh presiden. Karena, selama ini hubungan antar keduanya hanya sebatas Wali Kota dan Kepala Negara.

"Ya senang saja karena sebelum pilkada kan hubungannya kepala daerah dengan atasan kan, jadi kita sering koordinasi," paparnya.

Baca: Anies dan JK Tiga Kali Semobil Bareng, Begini Tanggapan Sandiaga Uno

Emil mengatakan tidak ada pembicaraan lain saat presiden menghubunginya tersebut. Tidak ada bahasan politik ataupun ajakan menjadi tim pemenangan pada Pemilihan Presiden 2019.

"Tidak ada itu, teleponnya pun sesudah Pilkada bukan sebelum Pilkada," katanya.

Baca: Soal Susu Kental Manis Bukan Produk Susu, BPOM Diminta Terbuka dan Tegas

Emil pun meluruskan informasi yang menyebutkan dirinya telah menyatakan dukungan kepada Jokowi usai dinyatakan menang oleh lembaga survei Rabu, 27 Juni lalu.

Menurutnya, secara pribadi ia belum menyatakan dukungan kepada Jokowi.

Namun, bila melihat peta partai politik yang mengusungnya pada Pilkada lalu, kemungkinan besar akan mengarahkan dukungan kepada Jokowi.

"Saya sampaikan, kalau kacamata dari partai partai pendukung pasti ke pak Jokowi karena pengusung saya rata-rata partai pendukung pemerintah. kalau saya pribadi saya menunggu dulu di waktu yang tepat sebenarnya siapa yang maju kan juga belum jelas. jadi saya tidak bisa melakukam sesuatu tidak pada waktu yang tepat," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini