News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

TGB dan Kapitra Ampera Disebut Kafir, Mahfud: Jangan Saling Mengkafirkan

Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mahfud MD

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam sepekan terakhir isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA), terus mulai bermunculan terutama di media sosial.

Terbaru isu itu menimpa Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dan Kapitra Ampera yang disebut kafir oleh warganet karena berubah pandangan politik.

Melihat persoalan itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, ungkapan SARA tersebut muncul secara 'liar'.

"Ya mungkin muncul secara liar, tapi kata-kata itu biasanya gelap, muncul di medsos yang tak bertuan," ungkap Mahfud di Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018).

Menurut Mahfud tidak sepantasnya sesama anak bangsa saling mengkafirkan seseorang yang memiliki perbedaan pendapat.

Sebab terkadang tuduhan tersebut tidak sesuai dengan kepribadian orang yang dituduh, atau bahkan umpatan itu seperti menyerang ke diri sendiri.

"Jangan saling mengkafirkan hanya untuk keperluan 5 tahunan, karena orang yang sering mengkafirkan itu mungkin diri sendirilah itu yang kafir," ujar Mahfud.

Selain itu Mahfud menilai penyelenggaraan pemilu merupakan wadah menjaring anak terbaik bangsa untuk menjalankan pemerintahan di periode kedepan.

"Kita temanya untuk mencari pemimpin yang baik, yang mampu menghadapi tantangan Indonesia kedepan dalam 5 tahun, misal pemberantasan korupsi," ucap Mahfud.

Mahfud pun melihat penggunaan isu SARA pada pilpres 2019 sudah tidak berlaku.

"Kalau soal ideologi agama, sara, itu nggak musim, kalau orang yang bawa simbol agama nggak pernah menang juga, makanya main program saja lah," ujar Mahfud.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini