Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencoret nama Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai bakal calon legislator Dewan Perwakilan Daerah Kalimantan Barat.
OSO yang mengenakan batik putih lengan pendek ini, menanggapi santai perihal namanya dicoret oleh KPU.
Bahkan, ia mempertanyakan pihak mana yang berani mencoret namanya dari bacaleg DPD.
"Ah, enggak ada corat-coret. Siapa yang berani corat-coret, ha-ha-ha," ujar OSO seraya tersenyum di posko cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2018).
Baca: Tak Ada Nama OSO di Daftar Caleg DPD
OSO disebut komisioner KPU, Ilham Saputra, tidak memenuhi syarat sebagai bacaleg DPD.
Satu di antara yang tidak dipenuhi OSO adalah mengundurkan diri dari partai politik.
Merespon itu, OSO sudah melayangkan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu.
"Sudah tadi. Sudah diterima Bawaslu, dan uji materi juga sudah. Sudah diterima dan dinyatakan pantas untuk dipersoalkan. Memenuhi syarat uji dan materil," kata OSO.
OSO mengatakan tetap akan bersikeras maju sebagai bacaleg DPD.
OSO bersikeras berhak mencalonkan diri. Ia pun berdalih atas dasar Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.
Ia mengaku berhak untuk mencalonkan diri.
"Lihat Pasal 28 UUD '45," ucap OSO.
Sebelumnya, KPU resmi mencoret OSO dari daftar calon anggota DPD 2019.