News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

KPK Bantah Beredarnya Kabar OTT di Pontianak

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi.Petugas menunjukkan barang bukti terkait operasi tangkap tangan (OTT) Kementerian PUPR di gedung KPK, Jakarta, Minggu (30/12/2018). KPK menetapkan 8 tersangka dengan barang bukti Rp 3,3 miliar, SGD 23 ribu, dan USD 3 ribu terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah soal adanya giat operasi tangkap tangan (OTT) di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Perlu kami sampaikan bahwa KPK tidak melakukan OTT di daerah tersebut baik pada hari Sabtu, Minggu, atau sampai hari ini," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (7/1/2019).

"Jadi, jika ada informasi yang beredar bahwa KPK melakukan OTT di Pontianak kemarin (Sabtu/Minggu), hal tersebut tidak benar," imbuhnya.

Sebelumnya, beredar isu OTT pada seorang pejabat PUPR di Kalimantan Barat.

Dilansir Tribun Pontianak, OTT tersebut diketahui berdasarkan postingan berita oleh rri.co.id pada Minggu (06/01/2019) sekira pukul 22.19.WIB.

KPK dikabarkan melakukan OTT di hotel Aston di Jalan Gajah Mada, Pontianak pada Sabtu malam (5/1) kemarin. 

Baca: Saat Maruf Amin Bermain dengan Cucunya

Informasi yang beredar, dua orang ditangkap dalam operasi itu, yakni seorang kontraktor berinisial R dan seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berkantor di Jalan Subarkah, Kecamatan Pontianak Selatan. 

Giat OTT itu berkaitan dengan pembangunan duplikat Jembatan Landak.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini