News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aksi Teror di Sri Lanka, BIN Belum Temukan Keterkaitan dengan Sel Teroris di Indonesia

Penulis: Gita Irawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ambulans terlihat di depan gereja St Anthony's Shrine pasca terjadinya ledakan bom di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019).

Alasannya, kata dia, Densus 88 Antiteror telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam mengantisipasi aksi teroris di Tanah Air.

"Masyarakat diharap untuk tenang dan percayakan kepada kepolisian yang sudah memiliki pengalaman puluhan tahun untuk melakukan antisipasi dan penegakkan hukum terhadap kelompok teroris yang ada di Indonesia," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin (22/4/2019).

Baca: Kecelakaan Lalu Lintas Kembali Terjadi di Tanjakan Jalan MT Haryono Balikpapan, Korbannya Wanita

Ia menjelaskan jika pihaknya telah melakukan monitoring dan memetakan sel-sel tidur teroris di Indonesia.

Densus 88 Antiteror dan Satgas Antiteror di polda-polda, lanjut Dedi, telah mengantisipasi ancaman tersebut, terutama pasca penangkapan teroris di Sibolga.

"Pascakejadian teroris di Sri Lanka, Kepolisian RI jauh sebelum kejadian itu atau pasca di Sibolga, sudah melakukan mapping, profiling dan identifikasi terhadap sel-sel tidur yang ada di Indonesia," kata dia.

Baca: Polri Imbau Masyarakat Indonesia Tenang dan Percaya pada Kepolisian Pasca Bom Sri Lanka

Lebih lanjut, jenderal bintang satu itu menuturkan kepolsian telah memperkuat monitoring teroris pasca kejadian di Sibolga.

"Penguatan terhadap monitoring terus dilakukan baik dari seluruh Satgas Antiteroris dan radikalisme di polda-polda dengan Densus 88, dan stakeholder terkait, terus melakukan monitoring sleeping cell maupun di beberapa wilayah," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini