News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polri: Titik Api Karhutla di Enam WIlayah Sudah Mulai Turun

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Desa Sejegi dan Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (9/8/2019) siang. Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah menyebutkan, data terakhir kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah mencapai 470 hektare. Tribun Pontianak/Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengklaim adanya penurunan titik api atau hot spot pada hari ini, Kamis (15/8), di enam wilayah yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Adapun enam wilayah yang dimaksud adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penurunan yang terjadi tidak terlalu signifikan, lantaran hanya terjadi penurunan di 6 titik.

"Mengalami penurunan dibandingkan hari kemarin. Hari kemarin terlihat satelit tentang enam wilayah yang diduga disitu muncul hotspot, kemarin 1.064 titik yang diduga sumber api. Hari ini 1.058," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

Dedi Prasetyo (Vincentius Jyestha/Tribunnews.com)

Lantaran citra satelit hanya memiliki tingkat akurasi yang rendah yakni 50 persen, Dedi mengatakan pasukan patroli Satgas Karhutla yang ada di masing-masing Polda langsung diterjunkan untuk mengecek titik koordinat hotspot secara langsung.

Nantinya, kata dia, personel-personel gabungan TNI-Polri itu akan berusaha memadamkan karhutla yang terjadi di koordinat yang dimaksud.

Baca: Hari Ini, Tim Asistensi Bergerak Cek dan Evaluasi Penanganan Karhutla di 6 Provinsi

"Untuk hari ini menurun meskipun tak signifikan. Artinya sudah ada upaya yang dilakukan oleh 6 Polda tersebut bersama rekan TNI dan stakeholders terkait melakukan pemadaman. Kemudian titik hotspot yang dicurigai perlu dicek kembali dan akan dilakukan langkah-langkah sistematis dari 6 polda tersebut," terang mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini