News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rusuh di Papua

Wiranto: Ada Pihak yang Ingin Papua Kacau Lagi

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, ada pihak-pihak yang masih melakukan penyebaran berita bohong terkait kerusuhan di Papua.

Menurut Wiranto, beredarnya kabar bakal adanya demo susulan itu adalah berita bohong alias hoaks.

"Di Manokwari sendiri ada, Papua barat ini ya, masih berkembang isu adanya demo-demo susulan, memang ada ya, hasutan, provokasi, hoax. Adanya demo-demo susulan terjadwal tanggal sekian, dari ini, tanggal sekian dari kelompok ini, dan mengundang semua untuk ikut serta. Saya katakan tadi, ini hoax," kata Wiranto saat jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

Baca: Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Bagi-bagi Lamborghini dan LinkAja

Baca: Bantah Vanessa Angel Tak Pernah Sudutkan Dirinya, Doddy Sudrajat: Buktinya Banyak Deh

Baca: Calon Menteri Diminta Fit and Proper Test, Pengamat: Kabinet Itu Urusan Presiden

Penyebaran informasi bohong itu, kata Wiranto, digunakan pihak-pihak tertentu untuk membuat keadaan Papua kembali kacau.

Ia pun menyebut penyebaran hoax ini menjadi salah satu alasan pemerintah masih membatasi akses internet di sana.

"Masih ada yang ingin supaya keadaan kacau. Maka aparat keamanan dalam masalah ini harus hati-hati. Itulah mengapa kita sampai sekarang masih coba untuk membatasi kegiatan internet. Masih ada hasutan-hasutan itu ya kan, masih ada ajakan provokasi itu. Tapi mudah-mudahan aparat keamanan kita dengan langkah persuasif tidak menjadi demo-demo, tidak ada perusakan lagi, tidak ada pembakaran lagi," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini