News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BNPT dan KKP TEKEN MoU Cegah Terorisme di Sektor Kelautan dan Perikanan

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapal yang mengangkut barang Malaysia di perairan Nunukan belum lama ini diamankan Ditpolair Polda Kalimantan Utara. (HO/DITPOLAIR POLDA KALTARA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di era globalisasi yang tanpa batas saat ini, terorisme dapat menyebar dengan lebih mudah melalui berbagai lini.

Untuk meminimalisir hal itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tentang Sinergitas Pencegahan di Sektor Kelautan dan Perikanan.

Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Pamitan ke DPR dan Staf KKP, Sinyal Tak Masuk Kabinet Jokowi Lagi?

MoU ditandatangani langsung oleh Kepala BNPT Komjen Polisi Suhardi Alius dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dalam keterangan pers yang diterima, pada Rabu (17/9/2019), kegiatan-kegiatan yang disepakati dalam MoU tersebut meliputi:

1. Pertukaran data dan informasi tentang dugaan atau indikasi terorisme di sektor kelautan dan perikanan

2. Pencegahan paham radikal terorisme di sektor kelautan dan perikanan

3. Peningkatan keterampilan usaha perikanan dalam rangka deradikalisasi kepada mantan narapidana terorisme, orang atau kelompok orang yang terpapar paham radikal terorisme, dan

4. Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di lingkungan BNPT dan KKP.

Suhardi menyampaikan, pertukaran data dan informasi antara KKP dan BNPT sangat penting mengingat sulitnya mengelola kondisi geografis Indonesia yang begitu besar dari Sabang sampai Merauke.

“Itu semua pintu-pintu terbuka untuk masuk macam-macam, termasuk paham-paham yang berkaitan dengan masalah terorisme,” ucapnya.

Hal ini pun diamini oleh Menteri Susi Pudjiastuti.

Menurutnya, laut Indonesia yang begitu luas, yang kerap kali dijadikan alur mobilisasi logistik para pelaku kejahatan dan terorisme.

Underground economy pun, lanjut Susi Pudjiastuti, banyak lolos lewat jalur laut.

“99,7 persen daratan perbatasan kita adalah laut, bukan daratan. Lautan terbuka tidak bisa kita pagari atau bentengi secara fisik. Tidak mungkin. Kita hanya bisa mengandalakan UNCLOS yang memang sudah diratifikasi oleh banyak negara,” ujar Susi Pudjiastuti.

Oleh karena itu, Menteri Susi Pudjiastuti menilai koordinasi antar instansi pemerintah dalam menjaga laut sangat penting.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini