News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pelantikan Anggota Dewan

Ahmad Muzani Temui Prabowo Untuk Melobi Partai Lain Terkait Pemilihan Ketua MPR

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon Ketua MPR dari Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Muhammad Syafi'i membenarkan Calon Ketua MPR Ahmad Muzani menemui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Pertemuan tersebut untuk membicarakan musyawarah pemilihan Ketua MPR yang berlangsung buntu.

Kedatangan Ahmad Muzani tersebut untuk meminta partai melakukan lobi-lobi Calon Ketua MPR.

"Pasti kalau ingin mendapat dukungan partai, pasti yang lobinya itu adalah tingkat ketua umum dengan ketua umum, baru nanti ketua umum menginstruksikan kepada fraksinya," kata Syafi'i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Baca: Kabar Terbaru Mark Westlife: Tunangan dengan Seorang Pria, Kini Jadi Ayah dan Dikaruniai Bayi Cantik

Baca: Twitter Artis Ini Buat Heboh, Posting Kalimat Perpisahan 2 Hari Seusai Pemilik Meninggal Bunuh Diri

Baca: Kementan: Kemarau Tak Halangi Upaya Memacu Produksi Padi

Sebelumnya, rapat gabungan yang beragendakan musyawarah calon Ketua MPR berlangsung buntu.

Ahmad Muzani tetap ingin maju dalam pemilihan Ketua Umum meski mayoritas fraksi memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Musyawarah gabungan kemudian ditunda.

Syafi'i mengatakan hasil lobi ketua umum nantinya akan menentukan apakah Ahmad Muzani akan tetap maju sebagai Ketua MPR atau sebaliknya.

"Pengalaman saya lima tahun di DPR RI, apa yang menjadi keputusan partai itu biasanya diikuti oleh seluruh anggota fraksinya, makanya lobinya memang harus Pak Prabowo," katanya.

Menurut Syafi'i Gerindra berkeras mendapatkan kursi Ketua MPR untuk menjaga keseimbangan dalam bernegara.

Sudah menjadi kebiasaan sejak era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua MPR dijabat anggota dari partai oposisi.

"DPR dipimpin oleh partai pendukung pemerintah, MPR oleh partai yang dalam tanda kutip oposisi. Kan untuk menjaga keseimbangan, untuk memelihara sistem check and balances," katanya.

Minta tunda rapat paripurna

Fraksi Gerindra meminta penundaan rapat paripurna MPR yang beragendakan pelantikan pimpinan MPR periode 2019-2024.

Rapat paripurna dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 Wib.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini