TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari dosen sekaligus tokoh agama Ustaz Abdul Somad. UAS mengajukan surat pengunduran diri sebagai PNS dan dosen di UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.
Dikutip dari Tribun Pekanbaru, surat pengunduran diri UAS sudah masuk beberapa waktu lalu. Kini, pihak kampus tengah memproses pemberhentian dai kondang itu.
Dalam surat itu, UAS mengundurkan diri sebagai PNS karena kesibukan sehingga tidak bisa menjalankan kewajiban sebagai dosen dan PNS.
Demikian dikatakan Karo Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Ahmad Supardi Hasibuan.
Baca: VIRAL Video Syur Diduga Seorang Pramugari, Adegan Liar di Toilet Beredar di WhatsApp
Surat yang dikirimkan UAS itu, langsung diterimanya dan masuk sekitar sebulan lalu.
Dalam surat itu, UAS mengundurkan diri sebagai PNS karena kesibukan sehingga tidak bisa menjalankan kewajiban sebagai dosen dan PNS.
Demikian dikatakan Karo Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Ahmad Supardi Hasibuan.
Surat yang dikirimkan UAS itu, langsung diterimanya dan masuk sekitar sebulan lalu.
"Isinya mengundurkan diri sebagai PNS karena kesibukan."
"Saya lupa tanggalnya, sekitar beberapa waktu lalu, surat langsung saya terima dan ditembuskan ke rektor," ujar Ahmad Supardi Hasibuan.
Saat ditanya apakah ada persoalan lain terkait pengunduran diri UAS, Ahmad Supardi mengaku tidak ada.
Sesuai dengan surat yang dikirimkan UAS, hanya ada alasan sibuk.
Baca: Sebelum Tewas Gantung Diri, Siswa SMP di Kota Kupang Tulis Surat Wasiat Berbau Balas Dendam
"Tidak ada kaitan dengan lain kalau melihat isi surat, yang antar itu orang kepercayaan UAS langsung ke saya ditembuskan ke rektor," jelasnya.
Baca: Fadli Zon Disebut-sebut Masuk Bursa Calon Menteri di Kabinet Jokowi, Segini Daftar Kekayaannya
Jika dikaitkan UAS tidak masuk mengajar, menurut Ahmad Supardi, saat ini UAS sedang menjalani masa cuti pendidikan selama tiga tahun di Sudan.
"Dia cuti tiga tahun sedang pendidikan. Soal masuk tidak masuk tidak masalah karena sedang cuti,"jelas Supardi.
Baca: Jokowi Dilantik 20 Oktober, Tapi Susunan Kabinet Jokowi-Maruf Sudah Bocor, Begini Reaksi Istana