News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kabinet Jokowi

Fadjroel Rachman Ditunjuk Jadi Juru Bicara Presiden Jokowi

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Sekretaris Negara Kabinet Kerja 2014-2019 Pratikno (tengah) bersama Komisaris Utama Adhi Karya Fadjroel Rachman (kanan) dan mantan Staf Khusus Presiden Nico Harjanto berjalan memasuki kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut rencana Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024--Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan aktivis Fadjroel Rachman ditunjuk Jokowi sebagai staf khusus dan juru bicara presiden.

Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin memperkenalkan Fadjroel kepada pers di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/10/2019).

"Pak Fadjroel sebagai staf khusus dan juru bicara presiden melalui Kepres," ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Fadjroel mengatakan dirinya efektif ditugas sebagai juru bicara presiden per 21 Oktober 2019.

"Saya tahu penugasan khusus ini diberikan presiden kemarin," ujar Fadjroel.

Baca: Profil Juliari Batubara, Calon Menteri Jokowi dari PDIP yang Belum Banyak Dikenal Publik

Dia menjawab sejumlah pertanyaan publik mengenai siapa saja sosok yang membantu Jokowi memanggil calon menteri.

Fadjroel menyebut ada Tim 7 yang mengatur hal tersebut diantaranya Pratikno, Moeldoko, Retno LP Marsudi, Pramono Anung.

"Memberikan masukan, pertimbangan dan verifikasi," ujar Fadjroel.

Sosok Fadjroel

Muhammad Fadjroel Rachman atau yang dikenal sebagai Fadjroel Rachman merupakan seorang peneliti, penulis, pengamat politik dan aktivis mahasiswa tahun 1980-an.

Muhammad Fadjroel Rachman lahir Banjarmasin pada 17 Januari 1964.

Fadjroel Rachman merupakan lulusan S1 Jurusan Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Setelah itu, Fadjroel Rachman mengambil program Pascasarjana dan Doktor di Universitas Indonesia.

Pada 1987-1989, Fadjroel Rachman bersama dengan aktivis mahasiswa lainnya melakukan advokasi untuk petani kacapiring dan badega.

Pada masa pemerintahan Soeharto, Fadjroel Rachman pernah ditunjuk menjadi komandan lapangan dalam aksi long march sejauah 60 km dari kampus ITB menuju Cicalengka.

Baca: Pratikno dan Fadjroel Kompak Jalan Bareng dengan Kemeja Putih Temui Jokowi

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini