News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Prabowo Minta Rapat Digelar Tertutup, Effendi Simbolon: Apa Urgensinya, Ini Kan Tidak Rahasia?

Editor: bunga pradipta p
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Prabowo Minta Rapat Digelar Tertutup, Effendi Simbolon: Apa Urgensi-nya, Rp 131 triliun ini tidak rahasia

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Usai melakukan pemaparan, Prabowo minta agar rapat digelar tertutup.

Pasalnya terkait anggaran dan rahasia negara.

Namun, hal tersebut menuai protes dari beberapa anggota Komisi I.

Salah satunya, dari Effendi Simbolon, Fraksi PDIP.

Baca: Rapat Perdana dengan Komisi I DPR, Prabowo Sebut Kebijakan Tak Boleh Berdasar Doa dan Harapan

Baca: Interupsi Mewarnai Rapat Perdana Menhan Prabowo Subianto dengan Komisi I DPR RI, PDIP yang Pertama

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Ia menilai bahwa pembahasan anggaran seharusnya terbuka.

Apalagi sudah dilampirkan dalam paparan yang telah dibawa oleh Prabowo dan jajarannya.

"Apa urgensinya dilakukan tertutup. Ini kan anggarannya sudah jelas dan berada dalam paparan sebanyak Rp 131 triliun. Rp 131 triliun ini tidak rahasia. Kalau nanti ada yang mau dibahas (rahasia negara) dilakukan tertutup, silakan," tegas Effendi.

Namun, beberapa anggota Komisi I, juga ada yang mendukung rapat dilakukan tertutup.

Dimana seperti yang telah dilakukan oleh para Menhan-Menhan sebelumnya.

Melihat rapat diwarnai aksi protes tersebut, Meutya Hafid mengambil jalan tengah.

Yaitu dengan mendengarkan pendapat masing-masing para fraksi.

"Kalau begitu saya tengahi. Sekarang kita dengarkan pendapat masing-masing para fraksi," jelas Meutya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini