"Diharapkan dengan propaganda ghadab itu terjadi perpecahan diantara institusi keamanan, baik TNI, Polri dan badan intelijen," jelasnya.
Ketiga, al-Qurashi memerintahkan perekrutan basis radikal yang baru di kelompok-kelompok bukan ISIS.
"Tapi kelompok-kelompok yang bisa diajak merger. Kelompok-kelompok yang ideologinya khilafah diajak merjer dengan mereka. Merjer kelompok-kelompok itu ke JAD (jaringan Jemaah Ansharut Daulah)," lanjutnya.
Baca tanpa iklan