News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kabar Ahok Masuk BUMN Tuai Pro Kontra: Alasan Pemilihan, Status Mantan Napi, dan Penolakan

Penulis: Wahid Nurdin
Editor: Rizki Aningtyas Tiara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Basuki Tjahaja Purnama sedang menunggu antrean untuk mencoblos pilihannya pada Pemilu 2019 di KJRI Osaka, Jepang, Minggu (14/4/2019).

TRIBUNNEWS.COM - Sejak kabar pemilihan dirinya sebagai direksi di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersiar, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seolah tak lepas dari sorotan publik.

Berbagai komentar dan sikap, baik pro maupun kontra bermunculan sebagai reaksi atas kabar tersebut.

Berikut TribunPalu.com merangkum berita terkait kabar masuknya Ahok 'BTP' ke BUMN.

Mulai dari alasan pemilihan, status mantan napi, hingga dukungan sejumlah tokoh.

1. Alasan Kementerian BUMN Pilih Ahok

Setidaknya ada tiga alasan mengapa Kementerian BUMN memilih Ahok.

Pertama, Ahok dinilai sebagai sosok yang mampu mendukung kemajuan salah satu BUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa Kementerian BUMN membutuhkan orang-orang seperti Ahok yang bisa mendukung BUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga (Kompas TV)

Kedua, Ahok memiliki kapasitas yang sudah diakui publik.

Hal itu dibuktikan dengan rekam jejaknya sebagai pejabat publik.

Ketiga, usia Ahok saat ini masih terbilang muda, sehingga menjadi poin yang cukup penting untuk membantu BUMN.

HALAMAN SELENGKAPNYA>>>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini