News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penghapusan Ujian Nasional

Pengamat Sebut Kesuksesan Kebijakan Baru Nadiem Tergantung pada Guru

Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dirut PT Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji, sedang menjelaskan cara kerja alat peraga pendidikan yang disebut Laboratorium Tematik Integratif Berbasis Teknologi pada acara Sosialisasi SMK Sebagai Pusat Layanan Pembelajaran Teknologi Informasi Komputer, yang diikuti para perwakilan guru SMK Se Banten, yang digelar PT Eduspec Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Banten, di Gedung Great Western, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (13/5). Pada kesempatan itu diperkenalkan E-Sabak (Sistem Aplikasi Belajar Aktif Kreatif Elektronik), yang memanfaatkan teknologi SABAK atau tablet dengan aplikasi pembelajaran yang kreatif dan interaktif dari Intel. (warta kota ur ichsan)

TRIBUNNEWS.COM - Direktur pendidikan VOX Populi Institute Indonesia, Indra Charismiadji mengungkapkan program 'Merdeka Belajar' akan berhasil jika guru juga dipersiapkan secara baik.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara Kompas Petang yang kemudian diunggah oleh kanal YouTube KompasTV, Rabu (11/12/2019).

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengeluarkan empat kebijakan dalam program 'Merdeka Belajar'.

Kebijakan-kebijakan tersebut nantinya akan berlaku pada 2021 mendatang.

Menilik program tersebut, Indra menyayangkan tidak ada satupun yang berbicara soal guru.

Padahal menurutnya, guru merupakan ujung tombak dalam membangun sumber daya manusia (SDM).

"Ujung tombaknya belum disentuh (dalam kebijakan baru Nadiem), yakni guru," ujar Indra.

"Justru ini semua akan sukses kalau gurunya sudah disiapkan," imbuhnya.

Indra menyebut hal ini juga menyangkut persoalan karakter.

Nadiem Makarim menyikapi hasil PISA 2018. (dok. ICANDO)

Menurut pengalaman Indra, guru di Indonesia belum sepenuhnya suka membaca dan belajar.

"Saya memiliki pengalaman keliling indonesia melakukan pelatihan pada guru-guru, baik dari kota besar maupun pulau kecil," ungkapnya.

"Mereka (guru) ini sama-sama jarang, bahkan tidak suka membaca," imbuhnya.

"Kita tidak bisa memaksakan anak rajin membaca kalau gurunya tidak rajin belajar dan membaca," tambah Indra.

Sehingga Indra memberikan saran kepada Nadiem untuk memiliki program khusus guru.

Yakni bagaimana menciptakan guru-guru yang benar-benar siap di diera 4.0 nanti.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini