News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Jiwasraya

PB HMI Desak Benny Tjokrosaputro Patah Jari Aktor Intelektual Skandal Asabri dan Jiwasraya

Editor: Siti Nurjannah Wulandari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro ditetapkan menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

TRIBUNNEWS.COM - Kasus PT Asuransi Jiwasraya belum selesai ditangani oleh Kejaksaan Agung muncul lagi kasus PT Asabri yang ditaksir merugikan negara hingga Rp10 trilun.

"Saya cukup optimis kalau kedua kasus itu dapat diselesaikan oleh Kejaksaan Agung, kita harus ungkap siapa pelaku intelektualnya," cetus Ilman, Wasekjen PB HMI, di Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Menurut Ilman, Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini sudah menahan Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro, terkait dugaan terlibatannya dalam skandal Jiwasraya, artinya dengan penahanan itu akan membuka jalan bagi Kejaksaan Agung mengungkap aliran dana Jiwasraya dan Asabri ke pejabat-pejabat negara lainnya.

"Penahanan Benny Tjokrosaputro selain membuka pintu persoalan tentang aliran dana Jiwasraya, saya berharap juga sebagai langkah awal pengungkapan kasus di Asabri", ungkap Ilman, Wasekjen PB HMI.

Dalam kasus Jiwasraya dan Asabri, Ilman menilai dilakukan dengan sangat sistematis dan masif.

"Dugaan saya, pasti ada pejabat negara yang terlibat dan ikut menikmati uang Jiwasraya dan Asabri. Ini masuk kategori korupsi kelas kakap," cetus Penggagas Forum BUMN Bersih.

"Saya berharap Benny Tjokrosaputro mau membuka tabir terkait siapa saja orang-orang yang terlibat dalam penyelewengan dana Jiwasraya dan Asabri", pungkasnya.

Sebagai Komisaris di PT Hanson International dan punya utang juga di Asabri, artinya, perusahaan Benny ini diduga mengetahui seluk-beluk dan aktor utama terkait skandal di Jiwasraya dan Asabri.

"Saya berharap Kejaksaan Agung bergerak cepat mengungkap aktor intelektual yang menyebabkan kerugian negara dengan jumlah yang fantastis," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini