News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Anies Baswedan Dikritik Megawati soal Formula E akan Digelar di Monas: Kenapa Harus di Situ?

Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Megawati mengkritik Anies Baswedan soal Formula E akan digelar Monas. Pertanyakan apakah tak ada tempat lain.

"Dulu ketika Bung Karno dilengserkan, Bung Karno itu cari uang sendiri."

"Beliau bilang, saya masih ingat, karena saya dengar," kata dia.

Adapun Monas merupakan proyek kebanggaan sang proklamator, Soekarno.

Pembangunannya dicanangkan pada 1961, sedangkan proses penyelesaiannya dilakukan di tengah situasi peralihan politik menuju Orde Baru.

Diberitakan Harian Kompas, 17 April 2019, pembangunan Monas dianggap jadi cerminan semangat gotong royong warga dari beragam suku, ras, dan agama.

Selain dari anggaran pemerintah, biaya pembangunan Monas diperoleh dari iuran masyarakat Nusantara.

Satu diantaranya adalah sumbangan wajib pengusaha bioskop dari seluruh pelosok Tanah Air.

Sepanjang November 1961-Januari 1962, tercatat 15 bioskop menyumbang Rp 49.193.200,01.

Bioskop Parepare, Sulawesi Selatan, misalnya, menyumbang Rp 7.700,60.

Kemudian bioskop Watampone, Sulawesi Selatan, Rp 1.364,20; dan bioskop Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rp 884.528,85.

Baca: Ujian Bagi Titah Megawati di Pilkada 2020

Baca: Risma Pernah Tolak Jabatan yang ditawarkan Megawati, Ini Jawabannya Terkait Peluang Menjadi Menteri

Emas di puncak Monas merupakan sumbangan pengusaha Aceh, Teuku Markam.

Pada 1972, total biaya pembangunan tugu Monas Rp 358.328.107,57.

Tak ingin dibenturkan dengan Anies

Lebih lanjut, Megawati meluruskan, terkait polemik Monas menjadi area balapan Formula E, ia berpegang pada aturan perundangan Monas adalah cagar budaya yang harus dilindungi.

"Saya hanya ngomong, Monas itu sudah pasti peraturannya merupakan cagar budaya."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini