News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Pemerintah Tambah Dana Bantuan Sembako Murah Jadi Rp 200 Ribu

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Dalam kunjungannya Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai bentuk antisipasi dampak ekonomi dari pandemi virus corona, pemerintah akan menambah anggaran bantuan sosial menjadi Rp 4,5 triliun.

Dengan anggaran tersebut, nantinya dana dalam kartu sembako murah menjadi Rp 200.000 per keluarga dari yang tadinya Rp 150.000.

Baca: Jokowi Minta Kepala Daerah Relokasi Anggaran Non Prioritas untuk Penanganan Virus Corona

"Sebentar lagi juga akan kita keluarkan kebijakan untuk penerima kartu sembako selama 6 bulan mendatang akan kita tambah Rp 50 ribu. Sehingga diterima Rp 200 ribu per keluarga penerima manfaat. Yang kita siapkan Rp 4,5 triliun," kata Jokowi dalam Rapat bersama Gubernur seluruh Indonesia, melalui telekonferensi, Selasa (24/3/2020).

Selain itu, Jokowi mengatakan program kartu Pra Kerja akan segera diimplementasikan.

Program tersebut sebagai antisipasi bagi para pekerja yang terkena PHK akibat pandemi virus corona.

Pemerintah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 10 triliun. 

"Para pekerja harian yang kehilangan penghasilan dan  para pengusaha mikro yang kehilangan pasar atau kehilangan  omset. Alokasi anggaran yang kita siapkan adalah Rp. 10 triliun," kata Jokowi.

Baca: Dokter Handoko: Hak Tenaga Medis Dapat Alat Lengkap Biar Tak Mati Sia-sia

Jokowi menginstruksikan para Gubernur untuk mendukung program tersebut dengan mendata warganya yang layak menerima bantuan.

"Agar provinsi-provinsi bisa ikut mendukung ini, siapa yang harus diberi mulai didata dengan baik," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini