News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilkada Serentak 2020

Polemik Pernyataan Puan Soal Sumbar dan Pancasila, PKS hingga Sekjen PDIP Angkat Suara

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua DPR RI Puan Maharani mengenakan pakaian adat Jambi yakni Tekuluk Bai Bai, saat mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan ke-75 tahun Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020).   

TRIBUNNEWS.COM - Pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut Sumatera Barat  menjadi provinsi mendukung negara Pancasila menuai sorotan berbagai pihak.

Bahkan sebuah kelompok berencana melapor ke polisi terkait pernyataan Puan yang dianggap menyinggung warga Sumbar.

Sementara Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memberikan penjelasan.

Adapun seperti dikabarkan, setelah mengumumkan rekomendasi untuk Pilkada di Sumatera Barat diberikan kepada Mulyadi dan Ali Mukhni, Puan menyampaikann harapannya kepada Provinsi Sumatera Barat.

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila. Bismillahirahmannirrahim," ucap Puan saat pengumuman pasangan calon kepala daerah gelombang V secara virtual, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Inilah fakta-fakta dan tanggapan berbagai kalangan terkait pernnyataan Puan maharani menyebut Sumatera Barat:

Baca: Sumatera Barat Momok PDI Perjuangan di 4 Periode Pilpres, Megawati: Masih Agak Sulit

1. Tahan Diri

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan berharap warga Sumatera Barat dapat menahan diri menyikapi pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang dinilai kontroversial.

Atas pernyataan itu, Kelompok masyarakat Sumatera Barat yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) berencana membuat laporan ke polisi terkait pernyataan Puan tersebut.

"Sebagai anak yang terlahir dari ayah ibu yang orang asli minang, maupun sebagai Wakil Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang se Indonesia, Saya sangat sedih dan prihatin, sekaligus berharap agar Orang Minang hendaklah dapat Menahan Diri, jangan mau dipecah belah. Saya mohon kita semua dapat lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi pernyataan Mba Puan," kata Arteria kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Anggota Komisi III DPR RI itu memastikan tidak ada maksud sedikitpun dari Puan untuk menyinggung perasaan warga masyarakat minang, baik yang berada di Sumbar maupun di tanah rantau.

Sebab, menurutnya Puan sendiri merupakan orang Minang.

"Mba Puan itu orang Minang, ayahnya Almarhum Pak Taufiq Kiemas beliau itu Datuk, Datuk Basa Batuah, orang Batipuh, kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Bahkan Ibunya, ibu Megawati Soekarnoputri pun memiliki darah minang bergelar Puti Reno Nilam, nenek beliau Ibu Fatmawati, anak dari seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu," ujarnya.

"Jadi dalam diri, tubuh dan pemikiran Mba Puan baik langsung maupun tidak langsung mewarnai hidup dan kehidupan beliau.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini