Setelahnya, Soeroso kemudian naik ke pesawat dan menerintahkan anggotanya untuk mengeluarkan para penumpang.
Ketika itu, kata Soeroso, para penumpang berebut keluar.
Mengikuti nalurinya ia pun mengikuti penumpang keluar pesawat untuk berjaga-jaga jika ada teroris yang menyamar sebagai penumpang.
"Saya susul penumpang, satu, dua, tiga, empat, lima. Penumpang dari Amerika bilang, Mister, this is terorist, this is terorist. Saya tembak kakinya maksud saya, tembakan kaki itu luka, cacat, besok hidup, untuk menjadi peringatan luka itu didapatkannya ketika ia menjadi pembajak pesawat. Tidak tahunya mati, kehabisan darah," kata Soeroso.
Setelah semuanya dipastikan aman dan tidak ada teroris yang tersisa, Soeroso diperintahkan kembali ke pesawat untuk briefing dan segera kembali ke Indonesia.
Baca tanpa iklan