Apabila libur panjang dipangkas benar-benar direalisasikan, ia memperkirakan konsumsi akan tumbuh negatif kisaran 3 sampai 4 persen pada kuartal IV-2020 karena konsumsi rumah tangga berperan kisaran 56 hingga 57 persen terhadap pergerakan ekonomi dalam negeri.
Ia mendorong pemangku kebijakan untuk percaya diri dengan protokol kesehatan yang sudah diterapkan.
"Kalau pesimis angka penularan meningkat karena libur panjang berarti sekalian dilakukan pembatasan sosial lebih ketat," imbuhnya.(tribun network/fah/dod)
Baca tanpa iklan