Namun demikian, ia memaklumi pandemi harus segera dicegah bersama. Maka banyak relawan terlibat penyemprotan cairan tersebut.
"Ini cairan kan enggak bisa sembarangan, kita terbiasa pakai Alat Pelindung Diri (APD) dan perusahaan yang menjadi anggota ASPPHAMI memiliki izin dan didukung tenaga profesional dan bersertifikat. Banyak relawan yang nyemprot, ya kita maklumi," katanya.
"Kami ASPPHAMI bersama anggota yang ada di 34 provinsi siap mendukung dan bersama-sama dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk perencanaan dan pengendalian populasi nyamuk DBD sehingga Indonesia terhindar dari KLB (kejadian luar biasa) demam berdarah, seperti yang pernah terjadi di tahun sebelumnya," imbuhnya.
Baca tanpa iklan