Sementara itu, ahli biomolekuler dan vaksinolog, Ines Atmosukarto berpandangan vaksin nusantara datanya diduga belum terlihat. Data uji klinis I belum terlihat dan belum diupdate ke data uji klinis global.
"Seharusnya tercatat semua di situ, terakhir saya cek belum ada update hasil uji klinisnya. Apakah vaksin tersebut aman, datanya belum aman," kata Ines.
Menurut Ines, ada prosedur yang harus dilewati, yakni mendapat izin dari Komite Etik, setiap protokol uji klinis dapat izin dari mereka.
"Yang perlu dicari Komisi Etik mana yang mengizinkan ini, apakah mereka sudah mendapatkan data yang lengkap," kata Ines.
Baca tanpa iklan