News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penanganan Covid

Jangan Tunda Vaksinasi Covid-19, Meski Ada Mutasi Corona

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Varian baru virus Covid-19 yang muncul diyakini tidakĀ  mempengaruhi efektifitas vaksin yang ada.

Alasannya, jika salah satu vaksin yang ada terbukti kurang efektif terhadap 1 atau lebih varian, maka hal itu akan menjadi dasar perbaikan komposisi vaksin untuk melindungi dari varian yang spesifik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan vaksin telah teruji bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Baca juga: Virus Corona B117 Lebih Menular, Dokter Spesialis Paru Ini Rekomendasikan Percepatan Vaksinasi

Masyarakat disarankan tidak menunda vaksinasi atas dasar kekhawatiran varian baru yang muncul.

"Layaknya berperang, kita harus memanfaatkan senjata yang ada untuk dapat menang," Wiku dalam keterangan persnya yang dikutip pada Kamis (11/3/2021).

Dilanjutkan Wiku Pemerintah berkomitmen terus melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas vaksin yang ada saat ini.

Serta berupaya melakukan percepatan vaksinasi di Indonesia, dan juga memprioritaskan kelompok yang rentan untuk menekan laju penularan dan kemunculan varian baru.

Saat ini para peneliti lembaga pemerintahan bidang kesehatan, para ilmuwan bekerja keras mengidentifikasi varian virus baru melalui Whole Genum Sequencing atau cara melihat identitas virus. Yang kemudian dikumpulkan melalui GISAID, untuk mendalami pengaruhnya terhadap perilaku virus tersebut.

Baca juga: Prof Hasbullah Thabrany: Program Vaksinasi Sukses Akan Dorong Pemulihan Ekonomi

Kemudian para produsen dan program vaksin harus terus menyesuaikan kondisi evolusi virus Covid-19. Misalnya memasukkan lebih dari 1 strain dalam pengadaan produk vaksin, dan menambahkan suntikan penguat atau booster, dan lain-lain.

"Uji juga harus dirancang dengan baik, agar memungkinkan penilaian setiap perubahan efikasi dan dapat terlihat, harus memiliki skala dan keragaman yang memadai untuk memungkinkan hasil interpretasi yang jelas," lanjut Wiku.

Selain itu, studi tentang dampak pembentukan antibodi pada penerima atau efektifitas vaksin juga menjadi penting untuk mengetahui dampak program vaksinasi. Misalnya dengan melakukan zero survey pada masyarakat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini