News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penangkapan Terduga Teroris

Pengakuan Terduga Teroris: Dari Motivasi hingga Pelajari Membuat Bom dan Ilmu Tekbal

Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri di dukung Polda Kalbar jajaran melakukan penangkapan terduga teroris di Pontianak Timur pada Rabu 17 Februari 2021 pagi. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa)

Bambang menyatakan dirinya mengetahui pembuatan bom aseton peroksida (TATP) yang dilakukan Zulaimi Agus atas perintah Husein Hasni.

Terjerumus aktivitas terorisme

Ia juga mengakui telah merencanakan penyerangan bom molotov terhadap toko usaha hingga tokoh warga keturunan.

"Merencanakan penyerangan di SPBU dengan menggunakan bom molotov untuk menuntut bebasnya HRS dan merencanakan aksi pelemparan bom warga keturunan atau toko usaha milik warga keturunan," ujar dia.

Ia juga mengaku telah merencanakan aksi penyerangan dengan ketapel dan peluru gotri jika terjadi kerusuhan saat demo di daerah Jakarta.

Tak hanya itu, Bambang juga merencanakan untuk memberikan serbuk bahan peledak ke sejumlah daerah.

"Merencanakan pemberian serbuk HCL03 terhadap setiap DPC dan DPW wilayah Bandung melalui Habib Mukri dan wilayah Brebes melalui Habib Hasan," ungkap dia.

Bambang memastikan pengakuannya dalam video tersebut merupakan tanpa paksaan dari pihak manapun.

"Demikian pernyataan ini saya buat sebenarnya-benarnya tanpa paksaan dari pihak manapun," jelasnya.

Suasana di kediaman dua terduga teroris di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021). Pihak kepolisian hingga tim Gegana masih melakukan penyelidikan di TKP (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Jemur bahan peledak di rumah

Ahmad Junaidi terduga teroris yang ditangkap oleh tim Densus 88 Antiteror Polri mengakui segala perbuatannya.

Dia mengakui sempat terlibat dalam pembuatan bom berbahan aseton peroksida (TATP).

Dalam video pengakuannya yang tersebar di awak media, Ahmad mengaku pernah diminta menjemur bahan peledak di rumahnya oleh terduga teroris lainnya Zulaimi Agus.

"Saya pun pernah dihubungi untuk menjemur berbentuk bahan peledak yang dari aseton dan HCL selama 3 hari di rumah dan lalu saya serahkan kembali kepada Agus," kata Ahmad.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini