News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Anggota Komisi III: Kepala Daerah ‘Mbalelo’ Tindak Tegas Saja

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelaksanaan Operasi Aman Nusa Jaya II, PPKM Darurat di Kslan Daan Mogot Km 19, Batuceper, Kota Tangerang, dikeluhkan pengendara karena menimbulkan kemacetan, Senin (5/7/2021). Di kawasan ink 2 ruas jalan dari arah Kota Tangerang maupun ke Jakarta disekat petugas. (Warta Kota/Nur Ichsan)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar Rudy Masud meminta, pemerintah tidak ragu menindak tegas jika ada kepala daerah yang ‘mbalelo’ melawan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dia menjelaskan, kewenangan dan mekanisme pemberian sanksi pemberhentian kepala daerah ini diatur secara jelas pada Pasal 68 ayat (1), (2) dan (3) UU No.23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Dasar hukum sudah jelas. Apalagi ada Instruksi Mendagri No. 15/2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 Jawa-Bali. Kepala Daerah tidak nurut, tindak tegas! PPKM kan kebijakan strategis nasional yang harus ditegakkan demi menyelamatkan rakyat," kata Rudy kepada Tribunnews, Senin (5/7/2021).

Ketua DPD Partai Golkar Kaltim ini mengaku miris dengan perkembangan kasus paparan covid-19 dalam satu bulan terakhir yang setiap hari kian meningkat drastis.

Baca juga: Polri Akui Ada Nakes yang Terhambat Bekerja Akibat Penyekatan PPKM Darurat: Jadi Evaluasi Kami

Bahkan jumlah kematian juga naik. Apalagi kasus di sejumlah rumah sakit di Jawa kehabisan stok oksigen.

"Karena itu saya selalu mengingatkan kembali kita semua harus disiplin protokol kesehatan, jangan sampai abai," ujar Harum, sapaan akrabnya.

"Kita berharap semua akan membaik setelah PPKM Darurat ini diberlakukan sampai 20 Juli nanti, baik ekonominya, kesehatan masyarakatnya dan juga gelombang kedua pandemi ini bisa berakhir," pungkasnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini