"Tapi sayang semua diam, menyebut diri oposisi tapi ngomel enggak karuan. Akhirnya, kami dipaksa ikut pertengkaran," tutur Fahri.
Eks Elite PKS itu merasa khawatir adanya kongkalikong antara pemerintah dengan pihak oposisi, sehingga menyebabkan sepinya ruang kritis oposisi.
"Jika kalian sepi kami cemas karena artinya ada persekongkolan. Kalian sekongkol rakyat tawuran. Sudahlah, masa ginian aja nggak paham. Dan jangan sekali-kali nyalahin kami yang kasih jabatan dan gaji kalian," tandasnya.
Baca tanpa iklan