News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Pakar Epidemiologi Bicara Pentingnya Membangun Komunikasi Risiko dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman mengungkapkan perlunya membangun strategi komunikasi risiko.

"Membangun komunikasi risiko menjadi penting. Supaya masyarakat semua lapisan, semua pihak itu terbangun kewaspadaannya," ungkap Dicky Budiman kepada Tribunnews, Kamis (24/3/2022).

Persepsi risiko membuat masyarakat menjadi selektif, dan lebih berhati-hati.

Dalam melakukan aktivitas apa pun, setiap orang akan mengukur diri besaran risiko.

Kewaspadaan seperti ini harus dibangun dari sekarang. Karena pada giliran, letak situasi pandemi tergantung pada setiap individu di masyarakat.

"Apalagi nanti ini sudah lewat fase akut. Nah ini akan menuntut kesadaran dari setiap masyarakat. Literasi menjadi penting tapi tidak mudah," tegas Dicky.

Baca juga: Hasil Survei: Pandemi Dorong Masyarakat Ingin Pindah Rumah ke Luar Jabodetabek

Membangun literasi dengan komunikasi risiko yang tepat membutuhkan pemahaman. Diperlukan setting karena setiap wilayah pasti ada keunikan tersendiri.

Baik dari segi bahasa, budaya dan orang yang menyampaikan edukasi terkait pandemi ini pun menjadi penting. Informasi yang disampaikan adalah bahwa potensi lonjakan kasus masih akan tetap ada.

"Walau pun karena modal imunitas, potensi perburukan tidak seberat sebelumnya. Tapi rawan karena kelompok yang belum terproteksi booster, dan repot bagi kelompok yang berisiko tinggi," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini