TRIBUNNEWS.COM - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali melakukan penyesuaian susunan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026).
Dalam perubahan tersebut, Moh Arif Faisal kembali dipercaya menduduki posisi Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI.
Jabatan itu merupakan hasil pemecahan struktur sebelumnya yang menggabungkan fungsi niaga, teknologi, dan pengembangan dalam satu direktorat.
Melalui keterangan resmi perusahaan pada Rabu (27/5/2026), PTDI menjelaskan bahwa restrukturisasi jabatan dilakukan sebagai langkah memperkuat fokus bisnis serta pengembangan perusahaan di tengah dinamika industri dirgantara yang terus berkembang.
Selain mempertahankan Moh Arif Faisal sebagai Direktur Niaga dan Pengembangan, PTDI juga membentuk posisi baru Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko yang kini dijabat Ony Arifianto.
Tak hanya itu, perusahaan turut mengubah nomenklatur jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi Direktur Keuangan dan SDM.
Posisi tersebut tetap diisi oleh Dhias Widhiyati, mengutip Kompas.com.
Dengan perubahan struktur ini, PTDI berharap pengelolaan bisnis, pengembangan teknologi, serta manajemen risiko perusahaan dapat berjalan lebih fokus dan optimal.
Baca juga: Gandeng Swasta, PTDI Perkuat Pengembangan dan Pemasaran Drone Nasional
Profil Moh Arif Faisal
Moh Arif Faisal menjabat sebagai Direktur Niaga dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia.
Jabatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Nomor: SK-106/MBU/05/2023; 006/KRUPS/LEN-PTDI/V/2023 tentang Pengangkatan Anggota Direksi PT Dirgantara Indonesia.
Dalam bidang pendidikan, Moh Arif Faisal meraih gelar Magister Manajemen Bisnis (Finance) dari Universitas Satyagama pada tahun 2013.
Ia juga merupakan lulusan Sarjana Teknik Industri dari Universitas Pasundan pada tahun 1985, mengutip indonesian-aerospace.com.
Sebelum bergabung dengan PTDI, Moh Arif Faisal memiliki pengalaman panjang di industri penerbangan nasional.
Pada tahun 2020, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera.
Baca tanpa iklan