News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bursa Capres

Hasan Nasbi Yakin Anies Baswedan Gagal Maju Capres 2024, Siap Bertaruh Mobil Alphard

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditanya terkait pengusungan sebagai calon presiden pada pemilu 2024 oleh 32 DPW Partai NasDem, Anies ditemui usai menghadiri Rakernas JATTI, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri lembaga Survei Cyrus Network, Hasan Nasbi meyakini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal mendapatkan tiket untuk maju menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Bahkan Hasan sampai berani bertaruh mobil Toyota Alphard jika pernyataannya itu salah.

"Kalau (Anies) mau jadi capres berat, dari semua sisi, kalkulasi matematikanya sudah susah. Tapi kalau mau jadi cawapres masih terbuka. Boleh taruhan Alphard, boleh," kata Hasan dalam sebuah diskusi daring seperti dikutip Jumat (24/6/2022).

Ada sejumlah alasan yang membuat dirinya yakin Anies gagal maju capres.

Baca juga: Kenapa Nama Anies Baswedan Jadi Daya Tarik di Pilpres 2024? Ini Penjelasan Pengamat

Pertama, dia menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mendukung pencapresan Anies.

Meski Jokowi mendatangi gelaran Formula E yang dibuat Anies namun tak terlihat gestur yang menunjukkan adanya dukungan konkret.

Menurutnya, Jokowi datang karena formalitas mengingat Formula E merupakan gelaran internasional yang harus ia hadiri.

"Kalau buat Mas Anies, saya belum melihat sebenarnya gestur dukungan politik yang betul-betul, yang lebih konkret," ujarnya.

Kedua, Hasan berbicara mengenai politik identitas.

Dia menilai hal itu akan menjadi hambatan Anies.

Terlebih, saat ini beberapa partai mulai mengklaim akan menghindari politik identitas.

Ketiga, Hasan menyinggung soal masa jabatan Anies yang akan berakhir pada Oktober 2022, atau dua tahun sebelum Pilpres.

Menurutnya hal itu juga menjadi hambatan.

Sebab, karakteristik masyarakat Indonesia masih setengah feodal. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini