Gejala ini biasanya berlangsung selama 2-4 minggu, dan biasanya dapat sembuh sendiri.
Namun pada beberapa orang, dapat menyebabkan komplikasi medis dan kematian.
Baca juga: Cacar Monyet Sebabkan Kematian di India, Bagaimana Pencegahan Monkeypox di Indonesia?
Orang yang Paling Berisiko
Virus monkeypox menyebar dari orang ke orang melalui kontak erat dengan seseorang yang memiliki ruam monkeypox.
Orang yang paling berisiko tertular cacar monyet yakni-orang yang sedang hamil, anak-anak dan orang-orang dengan penyakit kekebalan tubuh.
Virus dapat ditularkan ke janin saat dalam kandungan atau bayi baru lahir selama atau setelah lahir atau saat menyusui.
Lingkungan dapat terkontaminasi virus monkeypox, misalnya ketika orang yang terinfeksi menyentuh pakaian, tempat tidur, handuk, benda, elektronik, dan permukaan.
Bisul, lesi, atau luka di mulut dapat menular, artinya virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan mulut, percikan ludah/cairan hidung, dan mungkin melalui aerosol
jarak pendek.
Virus ini juga dapat menyebar dari ibu hamil ke janin melalui kontak dari kulit ke kulit saat melahirkan, atau dari orang tua dengan monkeypox ke bayi atau anak selama kontak erat.
Baca juga: Monkey Pox Jadi Darurat Global, Pakar: Perlu Tingkatkan Kewaspadaan Nasional
Cara Pencegahan
Sampai saat ini pengobatan yang spesifik untuk monkeypox masih terbatas tahap pengembangan.
Langkah yang paling mudah agar tidak tertular penyakit cacar monyet atau monkeypox adalah dengan membatasi kontak.
Selalu membersihkan diri dan lingkungan tempat tinggal juga bisa menjadi alternatif agar tidak tertular monkeypox.
Orang dengan monkeypox harus menghindari menggaruk kulit dan merawat ruam dengan membersihkan tangan mereka sebelum dan sesudah menyentuh lesi dan menjaga kulit tetap kering dan terbuka.
(Tribunnews.com/Tio)
Baca tanpa iklan