News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tradisi Tedak Siten, Ini Penjelasan dan Rangkaian Prosesinya

Penulis: Enggar Kusuma Wardani
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Momen Tedak Siten anak Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah - Tradisi Tedak Siten merupakan prosesi adat Jawa Tengah bagi bayi yang mulai memasuki usia 7 bulan. Simak penjelasan dan rangkaian prosesi pada tradisi Tedak Siten.

Dalam kegiatan ini anak dituntun untuk berjalan di atas jadah sebanyak tujuh buah, dengan warna yang berbeda-beda.

Ketujuh warna tersebut adalah merah, putih, hijau, kuning, biru, merah jambu, dan ungu.

Tujuh dalam bahasa jawa disebut pitu, dengan harapan si anak kelak dalam mengatasi kesulitan hidup selalu mendapat pitulungan atau pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

Jadah dibuat beraneka warna, menggambarkan bahwa kesulitan dan rintangan hidup itu tak terhitung jenis dan ragamnya.

Baca juga: Atta Halilintar Ungkap Alasan Gen Halilintar Tak Hadiri tedak siten Ameena: Lagi Kerja Kayaknya

Arti Warna pada Jadah

- Merah artinya keberanian, dengan harapan sianak berani dalam melangkah dalam kehidupan.

- Warna kuning artinya kekuatan lahir dan batin yang wajib dimiliki oleh seseorang

- Putih artinya kesucian

- Merah jambu alias pink artinya cinta dan kasih saying baik kepada orangtua, kakak, eyang dan lainnya.

- Biru artinya ketenagan jiwa dalam melangkah dalam kehidupan

- Hijau artinya lingkungan sekitar dan kesuburan

- Ungu artinya kesempurnaan atau puncak.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Upacara tedak siten, Prosesi yang Dijalani Ameena Putri Aurel dan Atta

3. Menaiki Tangga dari Tebu Wulung

Dalam prosesi tedak siten ini anak diajak orang tua untuk menaiki 7 (tujuh) tangga yang terbuat dari batang tebu.

Tebu berasal dari kata antebing kalbu yang berarti penuh tekad dan rasa percaya diri.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini