TRIBUNNEWS.COM - Berikut adalah profil Provinsi Papua Pegunungan, Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia.
Provinsi Papua Pegunungan menjadi DOB yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, pada Jumat (11/11/2022) lalu.
Selain Papua Pegunungan, Tito Karnavian juga meresmikan pemekaran dua wilayah Papua lainnya, yaitu Provinsi Papua Tengah dan Papua Selatan.
Dikutip dari sektkab.go.id, peresmian tiga provinsi baru tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
Peresmian Provinsi Papua Pegunungan tercantum dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022.
"Hari ini, Jumat, tanggal 11 November 2022, bertempat di Jakarta, saya Muhammad Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri, atas nama Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Provinsi Papua Selatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022, Provinsi Papua Tengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2022, dan Provinsi Papua Pegunungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022,” ujar Mendagri.
Baca juga: Simak 3 Provinsi Baru di Papua & Nama Ibu Kotanya yang Telah Diresmikan Mendagri
Peresmian Papua Selatan, Papua Tengah dan papua Pegunungan menambah daftar 34 Provinsi di Indonesia menjadi 37 provinsi.
Simak profil Provinsi Papua Pegunungan sebagai Daerah Otonom Baru yang diresmikan Mendagri yang Tribunnews kutip dari beberapa sumber.
Profil Papua Pegunungan
Dikutip dari UU no 16 2022 pasal 6, Ibu kota Provinsi Papua Pegunungan adalah Kabupaten Jayawijaya.
Provinsi Papua Pegunungan berasal dari sebagian wilayah Provinsi Papua yang terdiri dari:
a. Kabupaten Jayawijaya;
b. Kabupaten Pegunungan Bintang;
c. Kabupaten Yahukimo;
d. Kabupaten Tolikara;
e. Kabupaten Mamberamo Tengah;
f. Kabupaten Yalimo;
g. Kabupaten Lanny Jaya; dan
h. Kabupaten Nduga
Adapun batas daerah Provinsi Papua Pegunungan adalah sebagai berikut:
1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom;
2. Sebelah timur berbatasan dengan Negara Papua Nugini;
3. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Asmat;
4. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Mimika.
Dikutip dari indonesia.go.id, Luas wilayah Papua Pegunungan adalah 108.476 kilometer persegi.
Baca juga: Resmikan Tiga DOB, Mendagri Tito Jelaskan Alasan Pembangunan Papua Lambat
Termasuk dalam Wilayah Adat La Pago
Papua Pegunungan sebenarnya terdapat di wilayah adat Lapago.
Diberitakan Tribun-Papua, secara topografi, wilayah adat La Pago berada di jalur pegunungan tengah di mana gunung-gunungnya menjadi puncak-puncak tertinggi di Indonesia.
Ada Puncak Jaya atau Puncak Cartenz, Puncak Trikora, Puncak Yamin, dan Puncak Mandala.
Sebagai kawasan yang berada di daerah pengunungan, La Pago memiliki beberapa komoditas unggulan yang mulai didorong pengembangannya. Antara lain: kopi, ubi jalar, buah merah, bawang, gaharu, karet, nanas, dan jeruk.
Komoditas unggulannya adalah Kopi. Di sektor pariwisata, hal yang ditawarkan adalah wisata alam khas pegununungan dan wisata budaya lokal.
Festival budaya yang terkenal dari wilayah ini adalah Festival Lembah Baliem.
Dalam wilayah adat La Pago terdapat banyak suku yang mendiaminya, antara lain:
- Suku Dani,
- Suku Dem,
- Suku Nduga,
- Suku Ngalik,
- Suku Ngalum,
- Suku Nimbora,
- Suku Pesekhem,
- Suku Pyu,
- Suku Una,
- Suku Uria,
- Suku Himanggona,
- Suku Karfasia,
- Suku Korapan,
- Suku Kupel,
- Suku Timorini,
- Suku Wanam,
- Suku Biksi,
- Suku Momuna,
- Suku Murop,
- Suku Sela Sarmi,
- Suku Yali, dan
- Suku Nayak.
Masyarakat adat tersebut sering menggelar upacara keagamaan diiringi dengan nyanyian, tarian, dan persembahan terhadap nenek moyang.
Baca juga: Profil Papua Selatan, Provinsi Baru yang Diresmikan Mendagri Tito Karnavian
Sistem Noken, Adat La Pago
Selain terkenal akan wisata Lembah Baliemnya, Wilayah Papua Pegunungan sekarang ini dulunya juga dikenal mempraktikan sistem noken.
Noken adalah sistem pemilihan umum kepala daerah maupun nasional dari adat La Pago.
Sistem noken sendiri terbagi menjadi dua, yakni noken big man dan sistem noken gantung.
Noken Big Man adalah sistem pemilihan dengan warga menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada kepala suku.
Sedangkan sistem noken gantung yaitu hasil kesepakatan bersama masyarakat dengan kepala suku setelah melalui proses deliberasi.
Mendagri melantik Kepala Kejaksaan Tinggi Papua sebagai Pj. Gubernur Papua Pegunungan
Setelah meresmikan 3 pemekaran DOB, Tito melantik tiga orang penjabat (Pj) gubernur,
Di antaranya Apolo Safanpo sebagai Pj. Gubernur Papua Selatan, Ribka Haluk sebagai Pj. Gubernur Papua Tengah, dan Nikolaus Kondomo sebagai Pj. Gubernur Papua Pegunungan.
Ketiga penjabat gubernur tersebut memiliki latar belakang akademisi dan pejabat pemerintahan.
Apolo Safanpo merupakan Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen); Ribka Haluk adalah Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Pemerintah Provinsi Papua.
Sedangkan Nikolaus Kondomo adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Papua.
Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 115/P Tahun 2022 yang ditetapkan tanggal 10 November 2022.
Masing-masing Pj. Gubernur paling lama menjabat selama satu tahun.
“Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Pejabat Gubernur Papua Selatan, sebagai Pejabat Gubernur Papua Tengah, sebagai Pejabat Gubernur Papua Pegunungan, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya dan berintegritas, serta berbakti kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Mendagri mendiktekan sumpah dan janji jabatan kepada penjabat yang dilantik.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka/ Astini Mega Sari)