News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polisi Tembak Polisi

Laptop Baiquni Dirusak, Ahli Pastikan Rekaman CCTV Rumah Ferdy Sambo Aman

Penulis: Ashri Fadilla
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Arif Rachman Arifin dalam persidangan Jumat (20/1/2023).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rekaman CCTV di rumah Ferdy Sambo kembali menjadi sorotan di dalam persidangan obstruction of justice atau perintangan penyidikan kasus kematian Brigadir J.

Dalam persidangan terdakwa Arif Rachman Arifin hari ini, Jumat (20/1/2023), ahli computer forensik menjelaskan barang bukti yang telah dirusak, yaitu laptop.

Laptop tersebut merupakan milik terdakwa lainnya, yaitu Baiquni Wibowo.

Meski laptop tersebut dirusak, ahli Computer Forensik dan Cryptography, Setyadi Yazid memastikan bahwa hardisk ataupun flashdisk yang menempel pada laptop tersebut tidak rusak.

"Kalau dia dalam keadaan mati dan dipatahkan laptopnya, maka hardisknya tidak akan berubah," ujarnya dalam sidang agenda pemeriksaan saksi a de charge atau meringankan bagi terdakwa pada Jumat (20/1/2023).

Hal itu disebut Setyadi karena hardisk ataupun flashdisk memiliki case atau penutup yang melindungi.

"Kan ada case-nya yg di luar, sehinga semestinya dia bisa tahan," katanya.

Kemudian data-data yang ada di dalamnya dapat diakses menggunakan komputer lain.

"Itu dikeluarkan dan dibaca dengan komputer lain," kata Setyadi.

Oleh sebab itu, tim penyidik mesti mengamankan hardisk atau flashdisk yang menempel pada laptop.

Selanjutnya, dilakukan analisa terhadap data-data yang tersimpan di dalamnya.

"Kalau ini (laptop) off, hardisknya langsung kita ambil, langsung kita buat image-nya dulu. Lalu hardisknya kita simpan dalam kantong tadi. Kita akan menganalisa image-nya."

Sebagaimana diketahui, laptop yang dirusak tersebut berisi rekaman CCTV di sekitar rumah Ferdy Sambo yang telah ditonton oleh Arif Rachman, Agus Nurpatria, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto.

Rekaman itu menunjukkan bahwa Brigadir J masih hidup saat Ferdy Sambo tiba di rumah Duren Tiga.

Hal tersebut pun dinilai Arif Rachman tidak sinkron dengan rilis resmi yang dikeluarkan Polres Metro Jakarta Selatan. Dia pun menceritakan itu kepada Ferdy Sambo.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini