Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Yayasan Indonesia Forum, Prof. Bambang Brodjonegoro, menilai para inovator memiliki peran dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.
Salah satu penentu untuk bisa menjadi bangsa yang maju adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
"Innovation Heroes ini didesain sedemikian rupa, harapannya bukan sekedar jadi ajang diskusi tapi cikal bakal semangat melahirkan inovasi di berbagai bidang di Indonesia dengan mengumpulkan dan mencari inovator sebanyak-banyaknya sehingga kita bisa optimis mencapai target 2045," ujar Bambang melalui keterangan tertulis, Kamis (2/2/2023).
Hal tersebut diungkapkan oleh Bambang pada Malam Inaugurasi Innovation Heroes di Soehanna Hall, Jakarta.
Pada kegiatan ini, Yayasan Indonesia Forum bekerjasama dengan Corporate Innovation Asia (CIAS).
"Ajang Innovation Heroes ini merupakan upaya awal untuk memperkenalkan inovator di tengah-tengah masyarakat," ucap Bambang.
Selain memberikan pengukuhan bagi para innovator acara ini juga bertujuan menjembatani para nominee dengan para stakeholder untuk membuka peluang kolaborasi ke depannya.
Baca juga: Kemendikbudristek Pastikan Pelayanan Pendidikan Bukan Hanya Untuk Kelompok Tertentu
Rangkaian acara yang sudah dimulai sejak November 2022 lalu, telah menyisihkan 14 inovator dari ratusan pendaftar.
Setelah itu para kandidat mengikuti sesi interview bersama para panelis untuk memilih 5 Innovation Heroes.
Pemilihan heroes ini berdasarkan hasil penilaian para panelis yaitu Indrawan Nugroho (Founder & CEO CIAS), Danang Rizky Ginanjar (Wakil Sekjen Indonesia Forum) dan Ivan Ahda (CEO Maxima).
"Semua kandidat Innovation Heroes memiliki ide inovasi yang sangat berdampak dan berangkat dari permasalahan yang ada disekitar. Kelima heroes yang terpilih malam ini, kami rasa punya potensi besar untuk diperluas lebih besar lagi dampaknya” ujar Indrawan Nugroho.
Lima nominee yang dikukuhkan menjadi Heroes dalam ajang Innovation Heroes 2022 antara lain, Wahyudi Hasbi (Satelit Kecil Multi Misi), Herry Wijaya (For Sustainable Prosperity), Tatiek Kancaniati (Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru), Lenang Manggala (Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional), Heni Sri Sundari (Gerakan Anak Petani Cerdas).
Baca tanpa iklan