Ia yakin polisi Indonesia sebenarnya sanggup untuk menangkap para pembuat hoax.
“Jangan suka termakan hoax. Mari kita jaga bangsa ini. Perguruan Tinggi Islam bertugas mencetak kader bangsa yang sadar nasionalisme, Indonesia bukan negara Islam tapi menganut nilai Islami,” tegasnya.
Hoaks Kedua
Mahfud MD menyebut isu mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan jadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah hoax.
Mahfud MD awalnya meminta Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) mencetak kader bangsa yang cinta tanah air, salah satunya dengan tidak mempercayai hoax atau berita yang tidak jelas sumbernya.
Contoh hoax yang beredar di dunia maya adalah Anies Baswedan disebut resmi jadi tersangka KPK.
Berita hoax itu juga menyebut Anies dan Novel (Baswedan) ternyata merupakan satu komplotan.
“Anies Baswedan tidak jadi tersangka di KPK,” tegasnya.
Mahfud melanjutkan yang menjadi isu adalah adanya pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyimpangan bahwa penyelenggaraan Formula E melanggar UU Keolahragaan.
“Di UU itu tertulis olahraga yang dibiayai APBN dan APBD itu yang disenangi masif oleh rakyat, seperti sepakbola, badminton. Ada daftarnya dan tidak ada Formula E di situ,” tutur dia.
Dengan begitu, BPK jadi bertanya siapa yang keluarkan izin tersebut, apakah Ketua DPR RI, ketua fraksi atau sekretaris daerah.
“Kan yang menjadi isu itu,” terangnya.
Dia berharap, civitas akademika di kampus Islam tidak ikut termakan hoax demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.
Baca tanpa iklan