"Kami menghargai perhatian Indonesia, yang tampaknya telah menarik kesimpulan berdasarkan sejarahnya sendiri, terhadap masalah pemulihan perdamaian di Ukraina," kata Nikolenko.
"Akan tetapi, tidak ada wilayah yang disengketakan antara Ukraina dan federasi rusia, sehingga tidak mungkin mengadakan referendum di sana," sambung dia.
Setelah federasi Rusia melancarkan agresinya, kata dia, Rusia menduduki Krimea, sebagian wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Fakta tersebut, kata Nikolenko, tercatat dalam dokumen resmi PBB.
Di wilayah-wilayah yang diduduki, kata dia, tentara Rusia melakukan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.
Rusia, lanjut dia, harus menarik pasukannya dari wilayah Ukraina, dan batas-batas teritorial Ukraina yang diakui secara internasional harus dipulihkan.
"Kami tidak menerima skenario lain selain itu. Gencatan senjata, pemunduran pasukan sejauh 15 kilometer, dan pembentukan zona demiliterisasi juga tidak akan berhasil," kata dia.
"Sekarang, Rusia sedang mencoba segala cara untuk mengacaukan serangan balik Ukraina. Gencatan senjata tanpa adanya penarikan pasukan rusia dari wilayah Ukraina hanya akan memberikan rusia kesempatan untuk mengulur waktu, menyusun kembali pasukannya, memperkuat posisinya di wilayah yang diduduki, dan mengumpulkan kekuatan untuk melancarkan gelombang agresi baru," sambung dia.
Perdamaian jangka panjang di Ukraina, lanjut dia, berarti pembebasan seluruh wilayah Ukraina dari pendudukan rusia.
"Inilah tujuan Formula Perdamaian Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Kami mengundang Indonesia untuk bergabung dalam mengimplementasikan formula tersebut," kata dia.
Politik Bebas Aktif Indonesia
Usai menerima kunjungan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin di Kemhan, Jakarta pada Senin (5/6/2023), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berbicara tentang politik bebas aktif yang dianut Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi terkait situasi global yang terus berkembang dan sangat dinamis.
"Indonesia sebagai negara yang menganut politik bebas aktif ingin menjadi sahabat bagi semua negara di dunia," tulis Prabowo disertai unggahan foto pertemuan dengan Vasyl di Instagram pribadinya @prabowo pada Selasa (6/6/2023).
Baca juga: LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar Pranowo jika Anies Baswedan Gagal Nyapres
Selain itu, ia mengatakan pemerintah Indonesia mendukung langkah-langkah bijak dan upaya terciptanya perdamaian dunia.
Baca tanpa iklan